Tuesday, November 13, 2007

Don't Give Me Chocolate, Please! - Serma Devi

Category:Books
Genre: Teens
Author:Serma Devi

Asli... Dah lihat buku ini cukup lama di Gramedia. Berminat beli tapi takut kecewa. Soalnya judulnya tuh lho... Menggiurkan dan mengundang rasa penasaran: kenapa bisa ada orang yang benci cokelat? Cokelat kan makanan pokok. Eh, salah yah?

Baru beli kemaren gara-gara ada bazar yang diikuti Gramedia di gedung parkir kantor. Akhirnya beli juga. Dan selesai dibaca dalam sekejap.

Buku ini mengisahkan tentang cewe bernama Nanda yang phobia dengan cokelat. Tapi sudut pandang penokohan bukan dari Nanda, melainkan dari kakaknya Nanda yang usil nan jahil, Veli.

Sinopsis:
Nanda, cewek kelas 2 SMA, phobia sama cokelat. Sementara orang-orang di sekitarnya ngejadiin cokelat sebagai makanan favorit. Kenapa Nanda begitu benci pada cokelat? Tentu ada peristiwa yang mendasarinya. Bagaimana usaha Veli, sang kaka, dalam membantu Nanda keluar dari kebenciannya terhadap cokelat? Berhasilkah usaha Veli? Apakah kehadiran Nathan bisa menolong Nanda?

Yah... begini deh garis besarnya:
Nanda menjadi seorang phobia cokelat yang bahkan saking phobia-nya sampai bisa histeris jika disodori cokelat. Nanda ini punya pengalaman buruk dengan cokelat dan seseorang di masa lalu yang menjadikan dia phobia terhadap cokelat. Yang mengerti keadaan ini hanya orang tertentu saja, keluarga dan teman dekat Nanda: Pamel dan Chika. Oh, ada juga teman dekat Veli: Vira dan Uchie. Veli sendiri sering menjahili Nanda dengan 'cokelat'. Entah secara (tidak sengaja) meninggalkan cokelat di ranjang Nanda, mengusulkan kepada teman-teman satu sekolah untuk menghadiahkan cokelat pada saat ulang tahun Nanda, dan keisengan lainnya. Tapi tentu saja semuanya itu juga bagian dari usaha Veli untuk menyembuhkan Nanda dari phobia terhadap cokelat.

Ceritanya simple, penokohannya simple, alurnya juga simple. Kayaknya ga ada klimaks di alur cerita deh. Cuman mengguncang sedikit, tapi belum cukup mengguncang.

Agak garing pas Nanda jadian dengan Nathan (yang disiriki oleh 'geng' Sisil-Renata plus Vino). Garing juga pas Veli di-'tembak' Putra melalui puisi. Dan paling nyolot tuh waktu menceritakan Sisil terpeleset di sekolah setelah bosan mengikuti Nathan ke sana ke mari. Bayangin... di sekolah getho lho... kok pake SEPATU BERHAK 10 CM???

Tokoh antagonisnya terlalu mudah 'hilang'. Baru juga nongol, trus tau-tau masalah sudah terpecahkan dengan 'kepergian'-nya. Beh...

Overall, ceritanya biasa-biasa saja. Bagi yang demen cerita nyantai, bolehlah membaca buku ini. Ga rumit bacanya...

Just one word:
NIKMATILAH COKELAT SEBELUM COKELAT ITU DILARANG!
-dki banget-


No comments: