
| Category: | Books |
| Genre: | Childrens Books |
| Author: | Philip Pullman |
Sinopsis:
Setelah menyelesaikan masa belajarnya, setiap murid pembuat jam di Glockenheim diwajibkan membuat patung baru untuk jam raksasa kota itu. Karena itulah Karl, si murid, khawatir sekali. Ia belum membuat patung itu sama sekali!
Di tengah kegalauannya, ia bertemu Fritz, penulis muda yang selalu punya kisah-kisah menarik. Tetapi kali ini kisah Fritz betul-betul dahsyat, karena tahu-tahu tokoh utama kisahnya muncul dan menawarkan solusi pada Karl!
Maukah Karl menerima tawaran Dr Kalmenius yang misterius tersebut, walaupun risikonya sangat besar?
Cerita dimulai dengan setting di sebuah tempat bernama Kedai Kuda Putih. Gretl yang adalah putri pemilik kedai sibuk mondar-mandir mengantarkan pesanan dan melayani tamu-tamu. Kemudian datanglah pembuat jam bernama Herr Ringelmann membawa muridnya yang bernama Karl. Mereka disambut oleh Walikota. Herr Ringelmann mengumumkan jika masa belajar Karl sudah selesai dan besok dia harus membuat patung baru untuk jam raksasa di kota. Karl terlihat murung dan tertekan. Kemudian Fritz si penulis mulai bercerita mengenai kisah Pangeran Otto dan putranya, Pangeran Florian kecil. Cerita Fritz terputus tepat pada saat Dr Kalmenius yang baru disebutkan dalam cerita tiba-tiba muncul di kedai.Fritz tiba-tiba membakar kertas-kertas yang dipegangnya dengan api tungku. Fritz memperingatkan tamu kedai untuk tidak berurusan dengan Dr Kalmenius dan kemudian meninggalkan kedai, diikuti oleh segenap tamu kedai dan menyisakan Karl, Herr Ringelmann dan Walikota. Tidak lama kemudian Herr Ringelmann dan Walikota pun meninggalkan tempat. Dr Kalmenius mendatangi Karl dan memberikan sebuah patung besi kepadanya. Patung bernama Sir Ironsoul tersebut memiliki pedang tajam yang melukai jari Karl ketika dia menyentuhnya. Dan ternyata, patung tersebut bisa bergerak dengan sandi IBLIS dan bisa dihentikan dengan siulan beberapa bar lagu.
Ketika Karl bergegas ke menara untuk mempersiapkan patungnya, Gretl yang sedang di depan tungku secara tidak sengaja menyebutkan kata IBLIS yang menyebabkan Sir Ironsoul bergerak menuju dia. Sir Ironsoul kemudian ditaklukkan dengan kemunculan Pangeran Florian yang bersiul sambil membuka pintu kedai.
Di saat Gretl menuju rumah Fritz untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cerita tadi, Karl kembali ke kedai dan menemukan Pangeran Florian yang diam. Karl menganggap Pangeran Florian adalah patung yang lebih bagus dari Sir Ironsoul dan membawanya untuk dipasang di menara jam.
Kemudian di kamar penginapan, Karl yang dikagetkan oleh gerakan kucing meneriakkan kata IBLIS yang menggerakkan Sir Ironsoul. Sialnya, Karl tidak bisa menyiulkan lagu tersebut!
Di saat Gretl kembali ke penginapan, dia menemukan Karl tergeletak mati dengan leher di bawah acungan pedang Sir Ironsoul. Gretl kemudian mencari Pangeran Florian ke menara jam dan menemukannya terpasang di sana. Dengan memegangi tangan semalaman, Gretl berhasil menghidupkan Pangeran Florian tersebut. Keberadaan mereka di menara jam baru diketahui penduduk keesokan paginya dan mereka pun terselamatkan. Gretl dan Pangeran Florian hidup berbahagia selamanya (happily ever after o.O).
Bagaimana dengan eksistensi Sir Ironsoul? Hal ini tidak dijelaskan lebih lanjut...
Mengerikan! Itu yang terlintas di pikiran gue pada saat kemunculan Sir Ironsoul. Jangan sampai makhluk ini nongol di alam nyata >.<
Setelah menyelesaikan masa belajarnya, setiap murid pembuat jam di Glockenheim diwajibkan membuat patung baru untuk jam raksasa kota itu. Karena itulah Karl, si murid, khawatir sekali. Ia belum membuat patung itu sama sekali!
Di tengah kegalauannya, ia bertemu Fritz, penulis muda yang selalu punya kisah-kisah menarik. Tetapi kali ini kisah Fritz betul-betul dahsyat, karena tahu-tahu tokoh utama kisahnya muncul dan menawarkan solusi pada Karl!
Maukah Karl menerima tawaran Dr Kalmenius yang misterius tersebut, walaupun risikonya sangat besar?
Cerita dimulai dengan setting di sebuah tempat bernama Kedai Kuda Putih. Gretl yang adalah putri pemilik kedai sibuk mondar-mandir mengantarkan pesanan dan melayani tamu-tamu. Kemudian datanglah pembuat jam bernama Herr Ringelmann membawa muridnya yang bernama Karl. Mereka disambut oleh Walikota. Herr Ringelmann mengumumkan jika masa belajar Karl sudah selesai dan besok dia harus membuat patung baru untuk jam raksasa di kota. Karl terlihat murung dan tertekan. Kemudian Fritz si penulis mulai bercerita mengenai kisah Pangeran Otto dan putranya, Pangeran Florian kecil. Cerita Fritz terputus tepat pada saat Dr Kalmenius yang baru disebutkan dalam cerita tiba-tiba muncul di kedai.Fritz tiba-tiba membakar kertas-kertas yang dipegangnya dengan api tungku. Fritz memperingatkan tamu kedai untuk tidak berurusan dengan Dr Kalmenius dan kemudian meninggalkan kedai, diikuti oleh segenap tamu kedai dan menyisakan Karl, Herr Ringelmann dan Walikota. Tidak lama kemudian Herr Ringelmann dan Walikota pun meninggalkan tempat. Dr Kalmenius mendatangi Karl dan memberikan sebuah patung besi kepadanya. Patung bernama Sir Ironsoul tersebut memiliki pedang tajam yang melukai jari Karl ketika dia menyentuhnya. Dan ternyata, patung tersebut bisa bergerak dengan sandi IBLIS dan bisa dihentikan dengan siulan beberapa bar lagu.
Ketika Karl bergegas ke menara untuk mempersiapkan patungnya, Gretl yang sedang di depan tungku secara tidak sengaja menyebutkan kata IBLIS yang menyebabkan Sir Ironsoul bergerak menuju dia. Sir Ironsoul kemudian ditaklukkan dengan kemunculan Pangeran Florian yang bersiul sambil membuka pintu kedai.
Di saat Gretl menuju rumah Fritz untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cerita tadi, Karl kembali ke kedai dan menemukan Pangeran Florian yang diam. Karl menganggap Pangeran Florian adalah patung yang lebih bagus dari Sir Ironsoul dan membawanya untuk dipasang di menara jam.
Kemudian di kamar penginapan, Karl yang dikagetkan oleh gerakan kucing meneriakkan kata IBLIS yang menggerakkan Sir Ironsoul. Sialnya, Karl tidak bisa menyiulkan lagu tersebut!
Di saat Gretl kembali ke penginapan, dia menemukan Karl tergeletak mati dengan leher di bawah acungan pedang Sir Ironsoul. Gretl kemudian mencari Pangeran Florian ke menara jam dan menemukannya terpasang di sana. Dengan memegangi tangan semalaman, Gretl berhasil menghidupkan Pangeran Florian tersebut. Keberadaan mereka di menara jam baru diketahui penduduk keesokan paginya dan mereka pun terselamatkan. Gretl dan Pangeran Florian hidup berbahagia selamanya (happily ever after o.O).
Bagaimana dengan eksistensi Sir Ironsoul? Hal ini tidak dijelaskan lebih lanjut...
Mengerikan! Itu yang terlintas di pikiran gue pada saat kemunculan Sir Ironsoul. Jangan sampai makhluk ini nongol di alam nyata >.<

No comments:
Post a Comment