Tuesday, July 22, 2008

The Italian Secretary - Caleb Carr

Category: Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author: Caleb Carr
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 296 halaman
Terbit : Juni 2008
Penerjemah : Andang H. Sutopo
Sampul : Satya Utama Yadi

Atas permintaan estate Sir Arthur Conan Doyle, Caleb Carr, pengarang The Alienist, melanjutkan kisah petualangan Sherlock Holmes dan Dr. Watson.

Cerita ini dimulai ketika Holmes menerima telegram bersandi dari kakaknya, Mycroft. Holmes dipanggil untuk membantu Ratu Victoria di Skotlandia, untuk memecahkan kasus pembunuhan brutal atas seorang arsitek top dan mandornya yang sedang bersiap-siap merenovasi salah satu sayap Istana Holyrood yang terkenal dan menyeramkan itu di Edinburgh.
Mycroft menduga pembunuhan itu merupakan bagian dari rencana untuk menyingkirkan Ratu. Tapi situasi-situasi yang dijumpai Holmes di sana justru mengingatkannya pada kasus pembunuhan David Rizzio, sang "Sekretaris Itali", yang terjadi tiga abad silam di istana Holyrood. Rizzio adalah guru musik dan orang kepercayaan Mary, Queen of Scots, dan dia dibantai di depan mata Mary oleh para pendukung Ratu Elizabeth dari Inggris, untuk meruntuhkan semangat Mary, ratu Skotlandia yang masih muda dan sangat mandiri itu.
Holmes menyatakan pada Watson kemungkinan pembunuhan itu dilakukan oleh roh sang Sekretaris Itali yang tak senang tempat pembunuhan atas dirinya diganggu oleh kedua korban. Tapi benarkah itu yang terjadi?
Kisah menegangkan ini penuh dengan detail sejarah yang memikat serta plot yang brilian.




Kisah kali ini diceritakan dari sudut pandang Dr. Watson, partner Sherlock Holmes. Watson 'diculik' untuk ikut ke Edinburgh setelah Holmes mendapat kiriman fax dari kakaknya: Mycroft. Mycroft ternyata berhubungan baik dengan Ratu. Bahu membahu, mereka bertiga berusaha menyelami kasus yang terjadi dan bahkan sempat membebaskan seorang gadis pelayan dari cengkraman 'hantu' di istana. Berkat analisa-analisa yang cerdas dari Holmes (seperti biasanya) dan pancingan yang dilemparkan Mycroft untuk menjauhkan tersangka dari TKP, kerja sama dengan keluarga pelayan yang kehilangan sebelah bola matanya, kasus ini berhasil diungkap dengan gemilang. Bahkan kekuasaan yang besar belum tentu bisa meredam keinginan masyarakat kebanyakan.

Hahiiiiii... Penuh kejutan? Not really... Kurang puas membaca buku ini (yang akhirnya dibopong untuk dibaca setiap berangkat dan pulang kerja). Untuk cerita misteri sih saat ini gue masih tetap terpesona pada sosok Alex Cross :D Gue jadi ragu sendiri: kemaren beli buku ini gara-gara ada tulisan "Sherlock Holmes" atau gara-gara tulisan "Secretary" yah? o.O


No comments: