Thursday, December 20, 2007

Clockwork or All Wound Up - Philip Pullman

Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Philip Pullman
Sinopsis:

Setelah menyelesaikan masa belajarnya, setiap murid pembuat jam di Glockenheim diwajibkan membuat patung baru untuk jam raksasa kota itu. Karena itulah Karl, si murid, khawatir sekali. Ia belum membuat patung itu sama sekali!

Di tengah kegalauannya, ia bertemu Fritz, penulis muda yang selalu punya kisah-kisah menarik. Tetapi kali ini kisah Fritz betul-betul dahsyat, karena tahu-tahu tokoh utama kisahnya muncul dan menawarkan solusi pada Karl!

Maukah Karl menerima tawaran Dr Kalmenius yang misterius tersebut, walaupun risikonya sangat besar?




Cerita dimulai dengan setting di sebuah tempat bernama Kedai Kuda Putih. Gretl yang adalah putri pemilik kedai sibuk mondar-mandir mengantarkan pesanan dan melayani tamu-tamu. Kemudian datanglah pembuat jam bernama Herr Ringelmann membawa muridnya yang bernama Karl. Mereka disambut oleh Walikota. Herr Ringelmann mengumumkan jika masa belajar Karl sudah selesai dan besok dia harus membuat patung baru untuk jam raksasa di kota. Karl terlihat murung dan tertekan. Kemudian Fritz si penulis mulai bercerita mengenai kisah Pangeran Otto dan putranya, Pangeran Florian kecil. Cerita Fritz terputus tepat pada saat Dr Kalmenius yang baru disebutkan dalam cerita tiba-tiba muncul di kedai.Fritz tiba-tiba membakar kertas-kertas yang dipegangnya dengan api tungku. Fritz memperingatkan tamu kedai untuk tidak berurusan dengan Dr Kalmenius dan kemudian meninggalkan kedai, diikuti oleh segenap tamu kedai dan menyisakan Karl, Herr Ringelmann dan Walikota. Tidak lama kemudian Herr Ringelmann dan Walikota pun meninggalkan tempat. Dr Kalmenius mendatangi Karl dan memberikan sebuah patung besi kepadanya. Patung bernama Sir Ironsoul tersebut memiliki pedang tajam yang melukai jari Karl ketika dia menyentuhnya. Dan ternyata, patung tersebut bisa bergerak dengan sandi IBLIS dan bisa dihentikan dengan siulan beberapa bar lagu.

Ketika Karl bergegas ke menara untuk mempersiapkan patungnya, Gretl yang sedang di depan tungku secara tidak sengaja menyebutkan kata IBLIS yang menyebabkan Sir Ironsoul bergerak menuju dia. Sir Ironsoul kemudian ditaklukkan dengan kemunculan Pangeran Florian yang bersiul sambil membuka pintu kedai.

Di saat Gretl menuju rumah Fritz untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cerita tadi, Karl kembali ke kedai dan menemukan Pangeran Florian yang diam. Karl menganggap Pangeran Florian adalah patung yang lebih bagus dari Sir Ironsoul dan membawanya untuk dipasang di menara jam.

Kemudian di kamar penginapan, Karl yang dikagetkan oleh gerakan kucing meneriakkan kata IBLIS yang menggerakkan Sir Ironsoul. Sialnya, Karl tidak bisa menyiulkan lagu tersebut!

Di saat Gretl kembali ke penginapan, dia menemukan Karl tergeletak mati dengan leher di bawah acungan pedang Sir Ironsoul. Gretl kemudian mencari Pangeran Florian ke menara jam dan menemukannya terpasang di sana. Dengan memegangi tangan semalaman, Gretl berhasil menghidupkan Pangeran Florian tersebut. Keberadaan mereka di menara jam baru diketahui penduduk keesokan paginya dan mereka pun terselamatkan. Gretl dan Pangeran Florian hidup berbahagia selamanya (happily ever after o.O).




Bagaimana dengan eksistensi Sir Ironsoul? Hal ini tidak dijelaskan lebih lanjut...

Mengerikan! Itu yang terlintas di pikiran gue pada saat kemunculan Sir Ironsoul. Jangan sampai makhluk ini nongol di alam nyata >.<

Tuesday, November 13, 2007

Xerografer: Curhat Colongan Tukang Fotokopi - Ihwan Hariyanto

Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Ihwan Hariyanto
Sepuluh pencetan tombol start tidak akan terasa bagimu. Namun, semuanya akan berbeda ketika sepuluh pecetan itu terus diulang tiada henti. Apalagi, jika di setiap pencetan itu harus membuka dulu selembar demi selembar dari sebuah buku setebal bantal. Percayalah, pencetan itu akan terasa berat dan melelahkan. Membunuhmu pelan-pelan seperti penyakit akut yang menahun. Sampai di pencetan ke seribu, kau baru sadar kalau sudah mati kelelahan. Jadi, jangan pernah anggap enteng pekerjaan ini.




Buku ini adalah karya dari seorang MP-ers dengan nick NAWHI (Boso Walikan) XD
info lebih lengkap ada di sini:
- Berita
- Acara Launching Buku




Tokoh utama dalam buku ini adalah BUDI, nama yang sederhana sekali. Nama yang diperkenalkan di waktu kelas satu SD: "Ini BUDI..."

Sekelumit kisah (+kasih) dari tokoh bernama BUDI ini mengenai kehidupan sebagai dan di luar tukang fotokopi di perpustakaan sebuah universitas terkenal di kota Malang (pelopor boso walikan?). Penuturan yang sederhana, sebagaimana kita mendengarkan curhat dari seorang teman. Tapi endingnya gantung!!! Huahahahaha... Sepertinya Ihwan lagi menyusun buku ke-2.

Gue juga ngerti kecapean seorang tukang fotokopi :P Karena di kantor gue yang lama, segala sesuatu dikerjakan sendiri, termasuk fotokopi! Gue bisa nongkrongin mesin fotokopi selama berjam-jam dengan setumpuk dokumen, bolak-balik beberapa kali dalam sehari, untuk duplikasi dokumen-dokumen asli perusahaan yang jumlahnya memenuhi lemari ruangan gue ^^;; Sehingga sempet digodain (yang pastinya gue timpali kembali) untuk membuka usaha fotokopi jika sudah memasuki usia pensiun :P

~~~Halah, kok jadi curhat? Kembali ke lap... eh, topik!

Ihwan, sama seperti komentar MP-ers yang lain: terlalu tipis :P
Di sampul ada tulisan kecil: Komedi Cinta...
Hm... komedi? May be yes, karena cara bertutur yang lucu. Cinta? Cuman sedikit, dan menggantung pula XD

Ah, baru tau jika di Malang juga ada Societet Concordia *ditimpuk sama pecinta sejarah*

Ihwan, sebuah permulaan yang bagus :)
Selamat berkarya...

Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa - Raditya Dika

Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Raditya Dika
Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa adalah buku ketiga Raditya Dika (setelah Kambingjantan dan Cinta Brontosaurus), berisi pengalaman-pengalaman pribadi Radiya Dika sendiri yang bego, tolol, dan cenderung ajaib.

Simak kisah Radiya Dika jadi badut Monas sehari, ngajar bimbingan belajar, dikira hantu penunggu WC, sampai kena kutuk orang NTB.




Still...
Selera humor yang sama
Tapi, kenapa makin lama kata-kata yang dipergunakan makin "tidak pantas" yah?
Dan lagian, sampe ada gambar "ga pantas" juga *see page 172/174*
Jadi eksploitasi kekonyolan teman-teman sekitar, bahkan keluarga sendiri o.O

Buku ini ada rating usia ga sih???

Cinta Brontosaurus - Raditya Dika

Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Raditya Dika
Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.




Karya berikutnya dari Raditya Dika. Masih tetap dengan gaya bertutur yang santai. Kisah sehari-hari yang disampaikan dengan cara paling konyol.

Gue ga mo komen banyak, baca saja sendiri XD

Kesimpulan:
Sesuai dengan KBBD (Kamus Besar Bahasa Dika), Cinta Brontosaurus adalah jenis cinta yang lebih primitif dari Cinta Monyet *see page 39*

Kambing Jantan - Raditya Dika

Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Raditya Dika
Kambingjantan adalah kumpulan cerita-cerita sehari-hari yang konyol dan unik dari kehidupan Raditya Dika (Radith), mahasiswa hasil peranakan orang batak dengan mesin jahit.

Format yang ditampilkan adalah format diary, karena buku ini adalah kumpulan dari diary dia yang diterbitkan di internet (blog). Semua kisah lucu di dalamnya merupakan kisah nyata dari tahun 2002 - 2004




Bolehlah dibaca...
Gaya bertutur yang santai dan penggunaan bahasa yang khas anak muda

Isi buku:
2002 - 1 topik
2003 - 23 topik
2004 - 39 topik

Topik favorite gue, jelas tidak ada... Huehehehehe... Semua topik bersaing dalam kategori kelucuan. Dimulai dari perkenalan (pertama kali blogging) di tahun 2002, berlanjut dengan cerita-cerita seputar sekolah, sampai akhirnya studi di luar negeri, lengkap dengan kekonyolan-kekonyolan selama di negeri tetangga ^^;; Segala plesetan (di kala itu) ada di buku ini juga...

Salut untuk Raditya Dika akan pengungkapan hal-hal 'nista' dalam hidupnya XD


If Only It Were True (Andai Dia Nyata) - Marc Levy

Category:Books
Genre: Romance
Author:Marc Levy

Deskripsi:



“Yang akan kukatakan ini tidak mudah dimengerti, mustahil dipahami, tetapi kalau kau bersedia mendengarkan ceritaku, kalau kau mau menaruh keyakinan padaku, barangkali akhirnya kau akan percaya. Dan itu sangat penting karena tanpa kausadari, kau satu-satunya orang di dunia dengan siapa aku dapat berbagi rahasia ini.”
Apa yang kaulakukan jika kau menemukan orang tak dikenal di dalam lemarimu, dan ia mengatakan tubuhnya dalam keadaan koma di sebuah rumah sakit? Apa yang kaulakukan bila kemudian kau jatuh cinta pada “hantu” ini? Apa yang kaulakukan jika para dokter hendak mengakhiri hidup gadis yang kaucintai---sekaligus menghancurkan hubungan ajaib yang terjalin di antara kalian?

Bukankah kau akan melakukan segala cara untuk menolongnya? Bukankah kau akan bersedia menempuh risiko untuk memperpanjang kebersamaan kalian? Dan bukankah detik-detik yang kalian jalani menjadi semakin tak ternilai?

Keterangan:
Sudah diangkat ke layar lebar dengan judul Just Like Heaven, dengan bintang utama Reese Witherspoon dan Mark Ruffalo.

Dimulai dengan aktivitas sehari-hari Lauren, seorang ko-as di Rumah Sakit San Francisco Memorial, yang kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat berlibur ke luar kota pada bulan Juni. Adegan berganti ke kepindahan Arthur, seorang arsitek, ke apartemen Lauren yang disewakan oleh Ibu Lauren di bulan November. Pada saat sedang mandi, Arthur mendengar suara jentikan jari dari dalam lemari di dinding yang mengiringi suara nyanyian dari radio yang dinyalakannya menemani mandi. Arthur pun terkejut mendapatkan sosok seorang wanita di dalam lemari tersebut. Bermula dari ketidakpercayaan akan cerita yang dituturkan wanita tersebut, yang ternyata adalah 'roh' Lauren yang terpisah dari badannya yang sedang dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma, sampai akhirnya Arthur jatuh cinta terhadap Lauren.

Suatu hari, Lauren mengabarkan jika ibunya telah menyetujui usulan dokter rumah sakit untuk melakukan euthanasia terhadap dirinya yang masih koma. Arthur yang tidak berhasil mencegah niat Ibu Lauren tersebut kemudian merencanakan penculikan badan Lauren dari rumah sakit dengan bantuan teman baiknya, Paul. Badan Lauren kemudian dibawa ke rumah keluarga Arthur di Carmel, Monterey. Di sana, Arthur menjalani kehidupan berdua dengan 'roh' Lauren sambil merawat badan Lauren yang masih tertidur.

Terjadi kehebohan di rumah sakit berkaitan dengan hilangnya seorang pasien, yang diculik Arthur. Polisi bernama Pilguez berhasil melacak keterlibatan Arthur dalam penculikan tersebut dan akhirnya berhasil berbicara dengan Arthur untuk mengembalikannya ke rumah sakit. Kasus penculikan tersebut kemudian dianggap tidak ada. (Rada absurd...)

Arthur tetap menjalani kehidupan berdua dengan 'roh' Lauren, sampai akhirnya Lauren menghilang dari hadapannya. Terguncang oleh kepergian Lauren, Arthur terpuruk dalam kesendirian dan mengurung diri. Sampai akhirnya, Paul yang tidak bisa menghubungi Arthur sama sekali, mendatangi Arthur ke rumah. Di saat itu lah... Arthur menerima telepon yang mengabarkan jika... Lauren sudah sadar dari tidur panjang. Sayangnya... Lauren mengalami amnesia terhadap waktu yang dilaluinya berdua dengan Arthur (waktu selama terbaring koma)...




Novel dari kapan yang baru selesai gue baca tadi pagi... (dalam perjalanan ke kantor, diiringi hujan merata di Jakarta)

Cerita ringan yang cukup mengharukan... Jadi pengen mencari film-nya... Apakah akan lebih mengharukan dengan melihat visualisasinya???



Don't Give Me Chocolate, Please! - Serma Devi

Category:Books
Genre: Teens
Author:Serma Devi

Asli... Dah lihat buku ini cukup lama di Gramedia. Berminat beli tapi takut kecewa. Soalnya judulnya tuh lho... Menggiurkan dan mengundang rasa penasaran: kenapa bisa ada orang yang benci cokelat? Cokelat kan makanan pokok. Eh, salah yah?

Baru beli kemaren gara-gara ada bazar yang diikuti Gramedia di gedung parkir kantor. Akhirnya beli juga. Dan selesai dibaca dalam sekejap.

Buku ini mengisahkan tentang cewe bernama Nanda yang phobia dengan cokelat. Tapi sudut pandang penokohan bukan dari Nanda, melainkan dari kakaknya Nanda yang usil nan jahil, Veli.

Sinopsis:
Nanda, cewek kelas 2 SMA, phobia sama cokelat. Sementara orang-orang di sekitarnya ngejadiin cokelat sebagai makanan favorit. Kenapa Nanda begitu benci pada cokelat? Tentu ada peristiwa yang mendasarinya. Bagaimana usaha Veli, sang kaka, dalam membantu Nanda keluar dari kebenciannya terhadap cokelat? Berhasilkah usaha Veli? Apakah kehadiran Nathan bisa menolong Nanda?

Yah... begini deh garis besarnya:
Nanda menjadi seorang phobia cokelat yang bahkan saking phobia-nya sampai bisa histeris jika disodori cokelat. Nanda ini punya pengalaman buruk dengan cokelat dan seseorang di masa lalu yang menjadikan dia phobia terhadap cokelat. Yang mengerti keadaan ini hanya orang tertentu saja, keluarga dan teman dekat Nanda: Pamel dan Chika. Oh, ada juga teman dekat Veli: Vira dan Uchie. Veli sendiri sering menjahili Nanda dengan 'cokelat'. Entah secara (tidak sengaja) meninggalkan cokelat di ranjang Nanda, mengusulkan kepada teman-teman satu sekolah untuk menghadiahkan cokelat pada saat ulang tahun Nanda, dan keisengan lainnya. Tapi tentu saja semuanya itu juga bagian dari usaha Veli untuk menyembuhkan Nanda dari phobia terhadap cokelat.

Ceritanya simple, penokohannya simple, alurnya juga simple. Kayaknya ga ada klimaks di alur cerita deh. Cuman mengguncang sedikit, tapi belum cukup mengguncang.

Agak garing pas Nanda jadian dengan Nathan (yang disiriki oleh 'geng' Sisil-Renata plus Vino). Garing juga pas Veli di-'tembak' Putra melalui puisi. Dan paling nyolot tuh waktu menceritakan Sisil terpeleset di sekolah setelah bosan mengikuti Nathan ke sana ke mari. Bayangin... di sekolah getho lho... kok pake SEPATU BERHAK 10 CM???

Tokoh antagonisnya terlalu mudah 'hilang'. Baru juga nongol, trus tau-tau masalah sudah terpecahkan dengan 'kepergian'-nya. Beh...

Overall, ceritanya biasa-biasa saja. Bagi yang demen cerita nyantai, bolehlah membaca buku ini. Ga rumit bacanya...

Just one word:
NIKMATILAH COKELAT SEBELUM COKELAT ITU DILARANG!
-dki banget-