![]() |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Kara Dalkey |
Penerbit: Matahati
245 halaman
245 halaman
Mitsuko adalah gadis berusia tiga belas tahun di Jepang abad kedua belas. Layaknya gadis bangsawan lain, dia hidup di balik tirai kesopanan.
Hidupnya berubah ketika keluarganya diserang pemberontak dan kakak iparnya dibunuh. Dengan bantuan tengu - manusia gagak - dan makhluk lain dalam mitos Jepang, Mitsuko melakukan perjalanan demi menolong keluarganya.
Mitsuko Fujiwara hidup tentram dan berkecukupan dengan kedua orangtua, tiga orang kakak perempuan dan satu orang adik laki-laki. Keluarga Fujiwara adalah keluarga terpandang, keluarga bangsawan setingkat di bawah istana. Sejak berbalasan puisi pada Festival Ular, Mitsuko mendapat panggilan baru: "Genangan kecil". Kemudian kakak tertua Mitsuko, Amaiko, jatuh cinta pada pemuda Yugiri.
Suatu ketika ada pemberontakan dari biarawan gunung Hiei. Mereka masuk ke kota dan membakar rumah-rumah bangsawan. Mitsuko dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah di gunung. Di perjalanan, mereka dihadang dan Yugiri terbunuh. Amaiko jadi linglung karena sebagian jiwanya menyertai kepergian Yugiri. Rumah dimaksud ternyata tidak layak ditempati. Mereka mencoba bertahan. Lord Tsubushima terkesan ingin membantu mereka namun mempunyai kepentingan terselubung. Mitsuko membawa Amaiko lari dari cengkraman Lord Tsubushima. Di perjalanan, sewaktu mencari tempat bernaung, mereka bertemu dengan tengu bernama Goranu yang akhirnya bersedia membantu Mitsuko mencari jiwa Amaiko.
Mitsuko dan Goranu yang bekerja sama dengan baik berhasil menemukan roh Yugiri dan mengembalikan kesadaran Amaiko. Mitsuko yang cerdas juga berhasil membebaskan keluarganya dari cengkraman Lord Tsubushima, bahkan kedua keluarga mengikat hubungan.
- hal. 14, line 20: menyintai (?)
- hal. 29, line 8: kerangjang
- hal. 42, line 11:bhodisatwa
- hal. 81, line 22: ombangk-ombak
- hal. 92, line 20: Emmona-o
- hal. 94, line 14:bodisatwa
- hal 117, line 16:bodisatwa
- hal. 196, line 3:bodhisatwa
- hal. 203, line 5: di mulai => dimulai (?)
- hal. 205, line 4: memerlakukan (?)
- hal. 208, line 25: memerlihatkannya <= memperlihatkannya?
tulisan sebenarnya adalah BODHISATVA (v dibaca w)
BODHI = suci
SATVA = makhluk
Hidupnya berubah ketika keluarganya diserang pemberontak dan kakak iparnya dibunuh. Dengan bantuan tengu - manusia gagak - dan makhluk lain dalam mitos Jepang, Mitsuko melakukan perjalanan demi menolong keluarganya.
Mitsuko Fujiwara hidup tentram dan berkecukupan dengan kedua orangtua, tiga orang kakak perempuan dan satu orang adik laki-laki. Keluarga Fujiwara adalah keluarga terpandang, keluarga bangsawan setingkat di bawah istana. Sejak berbalasan puisi pada Festival Ular, Mitsuko mendapat panggilan baru: "Genangan kecil". Kemudian kakak tertua Mitsuko, Amaiko, jatuh cinta pada pemuda Yugiri.
Suatu ketika ada pemberontakan dari biarawan gunung Hiei. Mereka masuk ke kota dan membakar rumah-rumah bangsawan. Mitsuko dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah di gunung. Di perjalanan, mereka dihadang dan Yugiri terbunuh. Amaiko jadi linglung karena sebagian jiwanya menyertai kepergian Yugiri. Rumah dimaksud ternyata tidak layak ditempati. Mereka mencoba bertahan. Lord Tsubushima terkesan ingin membantu mereka namun mempunyai kepentingan terselubung. Mitsuko membawa Amaiko lari dari cengkraman Lord Tsubushima. Di perjalanan, sewaktu mencari tempat bernaung, mereka bertemu dengan tengu bernama Goranu yang akhirnya bersedia membantu Mitsuko mencari jiwa Amaiko.
Mitsuko dan Goranu yang bekerja sama dengan baik berhasil menemukan roh Yugiri dan mengembalikan kesadaran Amaiko. Mitsuko yang cerdas juga berhasil membebaskan keluarganya dari cengkraman Lord Tsubushima, bahkan kedua keluarga mengikat hubungan.
- hal. 14, line 20: menyintai (?)
- hal. 29, line 8: keran
- hal. 42, line 11:
- hal. 81, line 22: omba
- hal. 92, line 20: Emm
- hal. 94, line 14:
- hal 117, line 16:
- hal. 196, line 3:
- hal. 203, line 5: di mulai => dimulai (?)
- hal. 205, line 4: memerlakukan (?)
- hal. 208, line 25: memerlihatkannya <= memperlihatkannya?
tulisan sebenarnya adalah BODHISATVA (v dibaca w)
BODHI = suci
SATVA = makhluk


No comments:
Post a Comment