![]() |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Primadonna Angela |
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 320 halaman
Terbit : Januari 2006
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ine Puspitasari (sahabat Belinda di Quarter Life Fear) memiliki hidup yang mungkin membuat semua orang iri. Wajah dan penampilan yang jelita. Karier yang sukses. Dapat menggaet cowok-cowok keren--kalau sedang mau dan berminat. Tapi ternyata ia menyadari dirinya tidak bahagia. Sayangnya, Ine tidak tahu apa yang dapat membuatnya bahagia. Ia hanya merasa ada sesuatu yang kurang--tapi apa? Apakah karena ia merasa kurang puas dengan jabatannya sebagai creative director di sebuah ad agency ternama? Atau karena ia iri dengan pernikahan Belinda yang bahagia? Atau karena ia belum menemukan pendamping yang sesuai untuknya?
Ine kerap dihadapkan pada berbagai pilihan yang berujung dilema. Kadang semua pilihan sama bagusnya, tapi ada kalanya Ine bingung memilih. Ketika Ine harus memilih antara karier cemerlangnya atau menunggui Belinda yang akan melahirkan, mana yang akan Ine pilih?
Ada satu yang membuatku mengernyitkan alis.
Pada hal. 145: Hans mengatakan bahwa orangtuanya dan orangtua Hans...
Heh???
Seharusnya "orangtua Pras" deh :D
Tebal : 320 halaman
Terbit : Januari 2006
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ine Puspitasari (sahabat Belinda di Quarter Life Fear) memiliki hidup yang mungkin membuat semua orang iri. Wajah dan penampilan yang jelita. Karier yang sukses. Dapat menggaet cowok-cowok keren--kalau sedang mau dan berminat. Tapi ternyata ia menyadari dirinya tidak bahagia. Sayangnya, Ine tidak tahu apa yang dapat membuatnya bahagia. Ia hanya merasa ada sesuatu yang kurang--tapi apa? Apakah karena ia merasa kurang puas dengan jabatannya sebagai creative director di sebuah ad agency ternama? Atau karena ia iri dengan pernikahan Belinda yang bahagia? Atau karena ia belum menemukan pendamping yang sesuai untuknya?
Ine kerap dihadapkan pada berbagai pilihan yang berujung dilema. Kadang semua pilihan sama bagusnya, tapi ada kalanya Ine bingung memilih. Ketika Ine harus memilih antara karier cemerlangnya atau menunggui Belinda yang akan melahirkan, mana yang akan Ine pilih?
Ada satu yang membuatku mengernyitkan alis.
Pada hal. 145: Hans mengatakan bahwa orangtuanya dan orangtua Hans...
Heh???
Seharusnya "orangtua Pras" deh :D


No comments:
Post a Comment